Pages

Wednesday, October 14, 2015

Aida at Kiddy Cut

Assalamualaikum..
Ceritanya waktu itu kami main ke rumah saudara di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Keesokan harinya, sepupu saya mengajak ke kebun binatang Ragunan. Wah asyiiik tuh. Aida pasti sangat senang lihat aneka binatang secara langsung. maklum, di Palembang tidak ada kebun binatang. Kami berangkat pagi, agar udara masih segar dan mengantisipasi macet.
Memang belum rejeki, rupanya setiap hari senin, semua binatang di kebun binatang Ragunan diistirahatkan, alias tutup. Dan kami sudah terlanjur sampai sana.. Tetoot.. Akhirnya sepupu saya mengajak kami ke Bogor... Tapi hari sudah cukup siang untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor. Belum lagi macetnya...

Akhirnya batal ke Bogor, berhubung kelaperan, kami memutuskan untuk ke Margo City, Depok untuk makan siang.
Kamipun jalan-jalan sebentar keliling mall sebelum lanjut pulang ke Pasar Minggu. Tiba-tiba saya tertarik ke sebuah tempat. Ya, tempat cukur rambut anak, Kiddy Cut namanya. Tempatnya bagus, warna warni, .. Seru nih kalau potong rambut disini. Lagipula, sudah lama Aida tidak potong rambut. Akhirnya saya memutuskan untuk membawa Aida ke dalam. Dan benar dugaan saya, Aida langsung antusias begitu melihat suasana di dalam Kiddy Cut.

Setelah mendaftar, Aida dikeramas lebih dulu, dilanjutkan dengan potong rambut. Ada yg unik saat potong rambut. Anak-anak ditempatkan di sebuah mobil mainan dengan layar komputer di depannya. Alangkah senangnya Aida karena yang diputar adalah Frozen. Sambil sesekali ikut nyanyi, Aida menikmati proses potong rambutnya. Memang pintar ya akalnya, tau sendiri kan kalo anak-anak paling tidak bisa diam kalau potong rambut. Jadi muncul ide dengan setting ruangan sedemikian rupa sehingga anak-anak duduk manis saat dipotong rambutnya.  Setelah dipotong, Aida diberi tonik dan di blow. Ada yang lucu, Aida yang memang keriting rambutnya, mendadak lurus rambutnya setelah diblow. Tapi hanya bertahan 10 menit, setelah itu kembali keriting seperti semula.

Di sudut ruangan, samping tempat duduk penunggu juga tersedia aneka mainan anak. Semacam playground berukuran kecil. Fungsinya sebagai arena bermain anak yang menunggu antrian untuk dipotong rambutnya. Agar tidak bosan kali ya... Oh ya, untuk pelayanannya macam-macam. Dan untuk kategori yang saya pilih di atas tadi. Saya hanya mengeluarkan seratus ribu rupiah saja... Seru kaann.. Selamat mencoba ya.














Aida Lomba Lukis Kaos

Assalamualaikum 
Aida belum pernah sekalipun ikut lomba.. jadi lomba lukis ini adalah kali pertamanya Aida ikut lomba.. Perdana ya bo.. Untuk seru-seruan siih..
 Jadi waktu itu ceritanya kami berdua sedang jalan-jalan di mall.. Yaa.. Yang namanya mall tahu sendiri kan, isinya begitu begitu.. Agak malas sebenarnya karena saya lihat Aida sudah mulai bosan.

Tapi ada pemandangan yang berbeda saat kami lanjutkan naik ke lantai atas. Ada lomba lukis untuk anak... Gratis pula untuk semua pengunjung.. Nah ini yang penting.. Hihii.. Emak emak gitu looh.. Suka cari yang gretongan..
Saya amati sebagian besar pesertanya anak balita. Wah cucok nih batin saya. Setelah saya tanyakan ke panitia, memang benar, lomba ini untuk anak segala umur.. Minimal 2 tahun kali yaa.. Masa segala umur.. Bayi ga mungkin donk pegang kuas, aneeh..
Jadilah Aida saya daftarkan... Lumayan.. Bisa buat istirahat setelah capek jalan-jalan keliling mall. Nikmat banget selonjoran sambil minum dan ngemil.. Alhamdulillah


materi lombanya adalah melukis kaos dengan menggunakan water color. Jadi tiap peserta akan mendapat satu buah kaos, water color berikut kuasnya. Lucu juga lihat Aida oles oles kuas warna di kaos, secara dia belum pernah bersentuhan dengan cat air alias water color..  Dan tak lama kemudiaann... Taraaaamm.. Jadilah lukisan abstrak ala Aida..

Congratz Nak.. Meskipun tidak menang.. Tapi buat Mama, kamu juaranya.. Eeaaa..
















Aida Turning on 3

Assalamualaikum
 alamaaak...
Telat banget postingnya.. Seharusnya bulan Juni kemarin..
okelaah..

Aida berulang tahun ke-3 tanggal 18 Juni kemarin. Berhubung dia suka segala sesuatu tentang frozen. Maka saya pesan tart berbentuk princes Elsa dan membeli gaun princess Elsa untuk dipakai Aida saat tiup Lilin.

Selamat ulang tahun ya anakku... Kehadiranmu mengajari Mama banyak hal.

Semoga kamu jadi anak sholehah, pinter, beruntung dunia akhirat dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Wish U all the best. Kiss and Hug.. Dari Mama Papa..






Tuesday, September 8, 2015

Sambal Goreng Kentang Daging ala Emma



Assalamualaikum..
 Setelah menikah, tiap lebaran hari pertama, selalu saya mudik dan menghabiskan waktu di tempat mertua. Nah saat lebaran tahun ini pun demikian.

Sehari sebelum lebaran,
saya seperti biasa membantu ibu mertua masak besar untuk hari raya. Di antaranya adalah opor (menu wajib) dan sambal goreng kentang daging. Itung itung sambil belajar. Maklum, 5 tahun sudah berumah tangga, ga jago jago masak, biarlah. Dan jujur, masakan ibu mertua memang enak.

 Nah, hari ini tiba tiba saya kangen sambel goreng kentang daging yang kami buat saat lebaran kemarin. Sambil mengingat-ingat bumbu bumbu yang digunakan saat itu. Meskipun isu mahalnya harga daging sedang hangat saat ini. Tapi untuk ibu hamil macam saya, tidak berlaku, hehee. Kata orang, biar anaknya nggak ngiler

Oke lanjut yaa..

Bahan :
Daging sapi 500 gram
Kentang 500 gram

Nah, kalo saya, saat daging direbus, airnya saya kasih bumbu, agar dagingnya lebih enak.

Bumbu untuk merebus daging :
1 batang serai
1 cm jahe geprek
2 cm lengkuas geprek
2 lembar daun salam

Bumbu Sambel Goreng (Bumbu A):
1 batang serai
2 cm lengkuas geprek
3 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
3 sendok air asam jawa. Kalo kurang asem ya ditambah.
Garam dan Gula Jawa secukupnya

Bumbu dihaluskan (Bumbu B) :
6 buah bawang merah
4 buah bawang putih
1 cm jahe
Setengah sendok teh ketumbar bubuk
Sepertiga terasi ABC kemasan sachet kecil
3 butir kemiri
6 cabe merah keriting ukuran besar
5 cabe rawit

Cara membuat :
1. Rebus daging dg bumbu rebusan, lalu potong dadu.
2. Kupas kentang, potong dadu, lalu goreng setengah matang.
3. Haluskan bumbu B
4. Tumis bumbu A dan bumbu B sampai matang dan harum.
5. Masukkan daging dan aduk rata sampai meresap.
6. Masukkan kentang, aduk sampai rata.
7. Siap disajikan.

Alhamdulillah... Maknyuuus














Tuesday, August 25, 2015

Alhamdulillah Menang #BeraniLebih

Assalamualaikum,
 Masih dengan cerita di Bulan Juni. Deeeeehhh.. telat banget postingnya.. #yasudahlah. Eeemm.. Masih ingat dengan lomba blogging #BeraniLebih yg diadakan oleh Light Of Women? Nah saat itu saya memberanikan diri untuk ikut, dan ini tulisan yang saya ikutsertakan.

 Setelah beberapa lama, saya mendapat informasi bahwa tulisan saya masuk dalam 20 besar dari 370 tulisan yang masuk ke Light Of Women. Woww.. for the first time in forever.. hehee.. tulisan saya masuk nominasi. Dari 20 nominasi, menurut ceritanya akan dipilih 5 tulisan yg paling menginspirasi menurut dewan juri dan 1 tulisan favorit berdasarkan pooling pembaca. Saya jadi GeEr.. tinggal berdoa saja.

 Beberapa minggu berlalu, saya dihubungi oleh pihak Light Of Women untuk menghadiri acara seminar sekaligus pengumuman pemenang lomba menulis #BeraniLebih. Harap-harap cemas mulai melanda. Sebab saya membaca tulisan finalis lainnya keren-keren euyy..

Tanggal 13 Juni pun tiba.
 Acara dimulai dengan profil Light Of Women dan seminar dengan tema Detox Your Friendship. Dalam seminar ini kita dijelaskan tips mencegah dan menghadapi kekerasan terhadap perempuan serta menyeleksi orang-orang yang berpengaruh terhadap hidup kita.

Setelah acara seminar selesai, barulah pengumuman pemenang lomba menulis #BeraniLebih. Sempat kaget ketika nama saya disebut sebagi terbaik ke-4, tulisan paling menginspirasi. Alhamdulillah... pecah telor.. hihi. Untuk pertama kalinya tulisan saya mendapat apresiasi seperti ini. Terimakasih Light Of Woman. Untuk cerita selengkapnya bisa meluncur ke blog Light Of Woman ya..
Dokumentasi Light Of Women : Foto bareng pemenang dan tim dari Light Of Women
Foto bersama
Alhamdulillah... Terimakasih Light Of Women. Dokumentasi Light Of Women
Foto bareng finalis #BeraniLebih. Dokumentasi Light Of Women
 (kiri) selaku pembina Light Of Women sekaligus juri Lomba menulis #BeraniLebih. Mba Virli (tengah) dari Komnas Perempuan.






Friday, August 7, 2015

Berkah Ramadan...finally Pregnant

Assalamualaikum
Apakabar semuaaa... apakabar blog-ku.. lama tak ditengok. Ya, 2 bulan nggak nulis. Padahal banyak cerita yg pingin ditulis. Kemana aja Emm???... mmmm.. nggak kemana-mana sih.. cuma lagi mudik aja di kampung dan menikmati suasana. Oh ya Selamat Idul Fitri ya.. mohon maaf atas semua kesalahan saya dan perilaku saya yang kurang berkenan.

Ada cerita apa Emm??
Hmmm... banyak cerita di bulan Juni dan Juli, yg belum sempet diposting. Yang jelas ada kabar bahagia untuk keluarga kecil saya.. eheemm..  inilah kenapa selama dua bulan kemarin, saya jadi males banget posting. Kalo kata orang bawaan orok kali ya.. hehee..

Alhamdulillah program hamil saya berhasil, setelah kurang lebih setahun saya melakukan terapi untuk bisa hamil anak kedua. Finally... thanks God. Kenapa harus terapi?? Saya termasuk kategori sulit hamil, karena hiperprolaktin. Anak pertama saya juga dulu hasil program juga. Cerita selengkapnya disini.

Kehamilan saya yg kedua ini memang tidak terduga. Boleh dibilang, program terapi saya belum selesai sebetulnya. Tapi alhamdulillah.. berkah bulan Ramadan kemarin. Kan kata orang, berdoa di malam-malam bulan Ramadan, boleh jadi lebih makbul. Jadilah, doa dan usaha berjalan seiringan.

Sempat ga ketahuan...
Jadi ceritanya, dari dulu memang haid saya tidak pernah teratur, lebih sering tidak haidnya karena hiperprolaktin . Dan kata dokter, kalo tidak haid maka tidak ada sel telur yang bagus untuk bisa dibuahi. Nah, berhubung selama terapi kemarin, hormon saya susah normalnya, jadi saya pikir bakal butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa hamil.

Dua hari sebelum mudik lebaran 2015, badan saya sakit semua. Terutama di sekitaran pinggang. Tadinya saya beranggapan hanya kelelahan biasa, akibat seminggu sebelumnya saya menjadi panitia buka bersama di kantor suami. Tapi, saya mulai curiga karena hampir seminggu, badan masih belum juga fit. Padahal, saya sudah perbanyak tidur dan istirahat. Lalu saya berharap bahwa ini adalah pertanda mau haid. Ternyata salah juga.

Akhirnya, pada malam hari saya iseng-iseng tes menggunakan tespack. Dan saya sangat tercengang karena hasilnya garis merah dua alias positif. Saya bahagia sekaligus tidak percaya. Dan saya berniat mengulangi tes lagi, di esok pagi. Kata orang urine pagi lebih valid. Dan alhamdulillah, hasilnya pun sama.

Pagi itu dg diantar oleh suami, saya langsung pergi ke dokter obgyn, untuk memastikan. Harap-harap cemas pokonya. Sebab saya masih belum percaya dengan apa yg muncul di tespack.

Pada saat itu adalah hari Minggu. Alhamdulillah RS Hermina Palembang, ada tiga dokter obgyn yang praktek di hari Minggu. Meskipun, tidak satupun diantaranya adalah dokter obgyn terapi saya. Tepat jam sepuluh pagi, saya dapat antrian awal. Dan saya sangat bersyukur bahwa memang benar, hasil USG menunjukkan bahwa saya benar hamil. Alhamdulillah... saya keluar dari ruang dokter sambil senyum-senyum sendiri. Walaupun sampai di dalam mobil, akhirnya nangis bombay, hihii..

Saya memulai terapi untuk bisa hamil anak kedua ini sajak bulan Mei 2014. Waktu itu saya memutuskan pulang ke Jawa untuk terapi hiperprolaktin di klinik fertilitas Permata Hati, RSUD Sardjito, Jogja. Dokter yang menangani saya saat itu adalah dokter Dwi Haryadi. Mengapa di Sardjito?? Sebab saya punya pengalaman bagus disana. Ya, anak pertama saya, Aida, adalah bukti dari terapi saya yang berhasil di Sardjito, Jogja.

Enam bulan saya terapi di Jogja, akhirnya bulan Januari 2015, saya memutuskan untuk pindah ke ke dokter fertilitas di RS Hermina Palembang, dengan dr.Rizani Amran. Mengapa pindah?? Alasan pertama, jelas berat di ongkos, hehe.. Jika saya lanjutkan, mungkin bisa tiap 3 minggu sekali kami bakal bolak balik Palembang-Jogja. Alasan kedua, ga kuat lama-lama jauhan dari suami, eheeemm.

Yang lucu adalah, ketika dokter saya di Palembang ternyata kenal baik dengan dokter yang menangani saya di Jogja. Rupanya mereka satu angkatan. Waah.. awal yg baik menurut saya. Dan seperti biasa saya diharuskan minum obat bromocryptin tiap hari, dilanjutkan dengan tes darah tiap obat habis, untuk melihat apakah hormon sudah normal serta USG untuk mengukur sel telur yg ada. Begitulah terapi saya selama kurang lebih satu tahun.

Dan sekarang saya sedang berbahagia, menikmati masa-masa penuh perjuangan trimester pertama.. eeaaa. tetap dalam pantauan dokter tentunya. Mohon doanya ya teman-teman..

Saya jadi ingat chalenge IHB, 5 impian untuk 5 tahun ke depan. And now, impian pertama saya, insyaAllah sedang dalam proses terwujud. Amin ya Allah.

Semoga segera tambah personel baru... Amiin.
 Keep smilee..




Wednesday, May 27, 2015

Anak Itu Milik Jamannya

Assalamualaikum..
Waktu itu saya membuat draft postingan ini spontanitas.. Idenya muncul saat melihat anak saya asyik nonton minion di HP papanya.  Saya memang download beberapa film kartun di HP, seperti frozen, minion, upin-ipin, kancil, dan beberapa lagu anak. Saya perhatikan, Aida juga sudah tahu simbol Youtube. Hmmm... siaga satu nih.. salah klik bisa gawat. Bisa heboh kan kalo tiba-tiba dia bisa nyanyi Keon* Racu*, G*yang Duman*, dll.,  Salah siapa??? Ya emaknya laaah..



Kalau ditarik mundur, saya ingat, dulu saya memanfaatkan gadget untuk mengatasi Aida yang mendadak kranky di mobil. Mainan yang kami bawa tak cukup ampuh membuat tangisannya berhenti. Akhirnya, sambil memangku Aida, saya keluarkan HP dan klik simbol youtube, di hadapannya. Saya cari kartun minnion. Dan bisa ditebak, Aida langsung berhenti menangis. Situasi pun terkendali... amaaan..

Nah barangkali momen inilah yang terekam oleh Aida, sehingga ketika dia sedang bermain-main dengan HP, dia bisa geser-geser untuk mancari simbol youtube. Dan ini menjadi addict sodara-sodara.. Mengapa??? karena sekarang ini setiap kali dia lihat HP, pasti mintanya youtube. Hmmm.. siaga satu lagi... salah siapa?? Ya salah emaknya laaah..
Oh ya just info, Aida lagi suka nonton play doh yg dibikin kue-kue cakep di youtube.

Saat ini saya sedang dalam proses mangalihkan dia dari dunia per-youtube-an. Mulai dari seringnya saya ajak main di luar kalau sore sampai dengan beli satu set buku yang saat ini lagi banyak dipasarin sama emak-emak. Buku apa Em??? Itu looh... buku anak-anak dengan harga aduhaii, yang sering dibikin arisan sama ibu-ibu atau sistem cicil bayarnya seperti yang saya lakukan. Buku yang mana sih Em??? Itu looh... buku anak yang bisa ngomong sendiri karena ada pen-nya. Nanti saya bikin postingan sendiri tentang buku ini.

Kembali ke laptop... kalo kata Tukul.
Kalo saya kembali ke HP, karena bikin draft-nya pake HP. Jadi sodara sodara, mungkin karena sedang jamannya kali ya, gadget jadi sudah seperti mainan bagi anak kita. Tapi itu dia, ibarat dua sisi mata uang, pasti ada negatifnya, salah satunya kecanduan dan merasa asyik sendiri sehingga enggan main dengan kawannya. Dan saya sedang mencoba memutus rantai kecanduan ini pada anak saya.

Itu barangkali ya, yang membuat ibu-ibu jaman sekarang, kalau saya perhatikan enggan punya banyak anak. Ini pendapat saya lhoo. Secara kasat mata memang ibu-ibu sekarang tantangannya lebih berat dibandingkan jaman orang tua kita waktu mendidik kita waktu kecil. Yang paling terlihat ya dalam hal teknologi seperti telepon pintar. Dimana, dalam beberapa klik, kita bisa menemukan apa saja disana, termasuk konten-konten negatif berbau porno dan kekerasan.

Beda jaman banget dengan waktu saya kecil. Tontonannya doraemon, candy-candy, unyil, dan apalagi ya.. sambil mikir... saking terbatasnya tontonan anak kala itu. Bahkan saya lebih banyak main di luar rumah, dengan anak-anak tetangga. Main kasti, patok lele, gobak sodor dengan membasahi jalan dengan air, yang kalo ada kendaraan lewat, kita minggir semua, permainan berhenti sesaat. Trus apalagi ya, umpet-umpetan, cak-cakan, gambul, lompat tali,  pasar-pasaran dimana duitnya pake daun teh-tehan. Tuh kaaaann... saya lebih lancar menyebutkan nama-nama permainan daripada judul tontonan TV.  Hayooo.. yang kelahiran tahun 80-an dan tinggal di kampung macam saya, kenal ga sama permainan di atas??

Bermain di alam terbuka
dan selalu dicari oleh ibu saya kalo sore,
karena saya nggak pulang-pulang.
Saya mainnya nggak pakai sandal, dan baru dipanggil pulang jam 5 sore, mau magrib. Saking asyiknya main di luar saat itu.  Setelah mandi langsung ke masjid dan mengaji. Oh indahnya masa itu. Sepertinya tidak ada hal negatif dari luar yang mengkhawatirkan orang tua kita. Isu-isu seperti pornografi, pedofil, dan narkoba sepertinya belum ada di kampung saya. Bayangkan sekarang, anak kita keluar rumah tidak memakai sandal, kita langsung panik, takut kakinya luka. Atau, anak kita tiba-tiba lepas dari pandangan mata walau hanya sesaat, kita langsung panik dan mencarinya, takut diculik dan sebagainya.

Tapi begitulah adanya, saya kecil juga milik jamannya saat itu. Dan anak saya, adalah milik jamannya saat ini. Saya juga tidak bisa mencegahnya untuk tidak mengenal teknologi. Tapi saya juga tidak ingin dia menjadi kecanduan teknologi, apalagi di usianya yang masih terlalu dini. Sama halnya saya tidak mungkin memaksanya nonton Unyil, karena dia kini mempunyai Frozen.

Selalu drama sih dalam prosesnya. Ya pastilah.. namanya proses, mengubah kebiasaan kan tidak bisa langsung berhasil. Disinilah peran memori masa kecil saya. Saya mulai mengajaknya bermain di alam terbuka dan mengurangi intensitas bermain gadget.

Apa ada yang mau kasih saran dan nasehat ke saya terkait hal ini? Saya sangat berterimakasih

Aida

Lilypie - Personal pictureLilypie Third Birthday tickers