Pages

Monday, February 29, 2016

My Second Pregnancy

Assalamualaikum 



Kehamilan 31 weeks... Tinggal baju ini yang muat buat kondangan, hahaa...


Alhamdulillah...

memasuki usia kehamilan 39 minggu, tinggal menghitung hari. Mohon doanya ya teman. Kehamilan kedua ini saya jalani lebih santai dibandingkan kehamilan pertama. Terutama secara fisik, saya tidak semabuk dulu. Sehingga saya bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Kayaknya si jabang bayi tahu kalau ada kakaknya yang juga membutuhkan perhatian saya. Berbeda dengan kehamilan pertama, saya cenderung sering muntah setiap kali makanan masuk perut, bahkan minum air putih pun bisa muntah. Kondisi ini membuat berat badan saya mengalami penurunan di trimester pertama kehamilan yang akhirnya mengharuskan saya bedrest selama 3 hari di Rumah Sakit. Bersyukur kehamilan kedua lebih bersahabat, saya tidak mengalami morning sick yang berlebihan dan tetap bisa makan seperti biasa tanpa muntah. Saya juga sehat dan masih bisa menjahit.




 Nah, untuk Aida memang sedikit cemburu melihat kehamilan saya. Hal ini dapat dimaklumi karena sebelum hamil, Aida suka sekali bermain dan bergelayutan di perut saya. Sedangkan selama hamil ini saya selalu melarang. Ini barangkali yang membuat Aida merasa bahwa saya tidak mau bermain dengannya. Saya dan suami pun pelan-pelan memberi pengertian kepada Aida bahwa di perut ada dede bayi yang sedang tidur. Alhamdulillah, semakin kesini Aida mulai paham, bahkan sering mengajak ngobrol adiknya yang masih di perut. Apalagi kalau perut sedang bergerak-gerak, Aida senang sekali dan meminta adiknya untuk segera keluar untuk diajak main. Proud of you Aida.

 Dan saat ini, saya sedang menanti hari persalinan. Meskipun saya sudah pernah mengalami persalinan normal, namun tetap saja, saat ini saya deg-degan. Untuk mengurangi rasa deg-degan, saya mengikuti senam hamil di sebuah klinik. Lumayan, bisa lebih relaks, dan mengingatkan kembali memori saya akan proses persalinan. Semoga persalinan yang kedua ini selancar yang dulu. Amiiin.. Mohon doanya ya teman

Sunday, January 17, 2016

Semangat 2016

Assalamualaikum.
selamat datang 2016.. Hope I get more happiness.. mari bersyukur, maka nikmat kita akan bertambah

 Tak terasa, sudah memasuki tahun 2016. Apa saja yg sudah kita kerjakan setahun yang lalu?? Apakah waktu kita terbuang sia-sia? Atau ada banyak karya yang kita hasilkan?? Apakah hari-hari kita bermanfaat dan produktif setahun yang lalu?? Atau hanya sekedar duduk di depan TV sambil sibuk cek-cek Instagram, Path dan Facebook untuk menghabiskan hari, tanpa mengerjakan hal lain??
 Semoga bukan yg terakhir ya.


Tahun 2015, terus terang banyak sekali aktifitas saya, dan semuanya membahagiakan. Alhamdulillah. Dimulai dari pindahan rumah, saya hamil anak kedua, sampai dengan acara pernikahan adik saya. Untuk Emmazone Craft sendiri yang notabene adalah label usaha saya, tahun 2015 adalah tahun yang menguntungkan. Ada apa saja di tahun 2015? Yuk simak...

FEBRUARI 2015 : PINDAHAN
 Kata ini memang sudah menjadi daftar di kamus hidup saya. Untuk kesekian kalinya keluarga kecil kami pindahan. Dan saya sekarang tinggal di Palembang Sumatra Selatan. Siapa yang paling rempong saat pindahan?? Tidak usah ditanya, jawabannya sudah pasti saya. Karena pindahan bagi saya bukan hanya bawa badan dan baju. Tapi sama halnya pindahan pabrik. Ya, peralatan craft saya mulai dari mesin jahit, kain- kain dan printilan craft lainnya mendominasi jumlah barang di truk. Meski lelah saat harus packing dan membongkarnya kembali sesampainya di Palembang. Saya akui, ini sangat seru. Bisa dijadikan cerita untuk anak cucu saya... Ttsaaaah. Hahaa.. Semacam kisah klasik untuk masa depan kalo kata Sheila On Seven... Eeeaaaa.. Mengapa pindahan kali ini begitu spesial bagi saya? Alhamdulillah selama di Palembang banyak sekali cerita seru dalam hidup saya. Saya banyak sekali mendapatkan pengalaman dan teman baru selama di Palembang. Dan hal ini sangat berpengaruh pada Emmazone Craft.

 JUNI 2015 : POSITIF HAMIL ANAK KEDUA
 Kabar bahagia menghampiri keluarga kecil kami, saat dokter menyatakan saya positif hamil anak kedua. Ya, alhamdulillah program terapi kehamilan saya berhasil. Bahkan Lebih cepat dari prediksi dokter maupun saya sendiri. Prediksi saya akan hamil kembali di tahun 2016. Eh, pertengahan tahun 2015 sudah hamil, lagi-lagi alhamdulillah. Bertepatan dengan bulan Ramadhan pula. Sungguh merupakan berkah Ramadhan.

Mungkin ada yang bertanya mengapa hamil dan punya anak begitu penting bagi keluarga kecil kami. Bagi saya terutama. Sehingga sepanjang tahun setelah menikah, agenda saya banyak tersita untuk program hamil kesana kemari. Tercatat, sudah 6 dokter dari berbagai kota dan rumah sakit yang berusaha membantu saya agar bisa hamil. Mungkin terlihat menggebu-gebu kalau orang lain melihatnya. Ngoyo kalo orang Jawa bilang. Tapi saya punya alasan sendiri untuk ini. Sehingga semua saran orang saya lakukan dan sudah tidak melihat masalah biaya lagi. Mungkin hal ini bisa berbeda dengan yang lain yang barangkali mengutamakan punya rumah dulu, mapan dulu dan lain sebagainya sehingga santai meski belum mempunyai momongan atau bahkan sengaja menunda punya momongan. Lagi-lagi ini adalah kebebasan masing- masing pasangan.

Ya, saya seorang perempuan, yang semakin hari semakin bertambah tua. Secara usia, ada semacam usia produktif yang baik untuk hamil dan melakukan proses persalinan. Jadi, intinya saya tidak mau terlalu tua saat hamil dan menjadi seorang ibu. Ini murni pendapat saya pribadi. Itulah mengapa saya terlihat seperti kejar tayang punya anak di awal pernikahan.. Hahaa... Ada doa ada usaha. Berdoa wajib, tapi ikhtiar juga musti dilakukan.  Allah tidak mengubah suatu kaum kalau dia tidak melakukan apa-apa. Mungkin inilah pesan agar saya harus ikhtiar. Dan alhamdulillah sekarang sedang dalam proses diijabah oleh Allah. Amiin. Mohon doanya ya teman, agar saya dan si jabang bayi sehat.

 DESEMBER 2015 : PERNIKAHAN ADIK SAYA
 Bulan December kemarin adalah bulan bahagia bagi adik saya dan keluarga besar kami. Orang tua saya terutama. Adalah kebahagiaan tersendiri barangkali ketika orang tua telah menikahkan anak bungsunya. Sehingga semacam tugas yang telah tuntas. Kalo orang jawa bilang, wis mentas kabeh yang artinya anaknya sudah menikah semua. Dan tahun ini  anak Bapak ibu saya resmi mentas kabeh, heheee.. Tinggal keliling nengok cucu ke berbagai kota katanya. Dan sebagai seorang kakak, kemarin saya mendapat tugas di bagian souvenir. Persiapan pernikahan adik saya ini tergolong singkat sekali. Ada perubahan tanggal, bulan dan tahun soalnya. Dari pihak laki-laki ingin tahun ini, dari rencana awalnya tahun depan. Jadi, karena waktunya pendek, saya pun, membuat souvenir yang simple. Awalnya ingin membuat tas serut, pouch atau semacamnya. Tapi waktu yang tidak memungkinkan. Apalagi kondisi saya hamil. Jadilah saya membuat note book kecil sebagai souvenir. Semoga bermanfaat yaa.. Dan kalian berdua langgeng bahagia.

Saya dan Suami.. Penganten lawas.. Hehe



EMMAZONE CRAFT
Alhamdulillah..
 tahun 2015 banyak berkah bagi usaha saya. Di tahun inilah untuk pertama kalinya Emmazone Craft ikut di berbagai acara bazaar. Apa efeknya?? Tentu saja Emmazone Craft makin dikenal oleh masyaraka dan bagi saya sendiri semakin termotivasi untuk berkarya. Saat bazaar seringkali saya memperoleh masukan dari pengunjung yang hadir. Mereka memberikan kritik, saran, pendapat dan usulan-usulan produk bagi Emmazone. Senang sekali rasanya berdiskusi dengan mereka. Ini adalah beberapa foto saat saya mengikuti bazaar.




Selain mengikuti bazaar, di tahun 2015, saya juga membuat beberapa produk baru, antara lain bantal peluk, apron, fabric box, dan fabric basket,






Inilah sekelumit cerita dan kaleidoskop saya dan Emmazone Craft di tahun 2015. Dan akan selalu ada berkah dan cerita indah di tahun-tahun mendatang. Welcome 2016.. Keep spirit and happy crafting all.. God Bless U.. :)p

Monday, December 28, 2015

Trip to Bandung

Assalamualaikum..
 Lagi pada liburan yaaa... Tanggal merah berderet di akhir tahun memang saat yang tepat untuk menghilangkan penat. Apalagi bertepatan dengan libur sekolah, waah cocok deh. Keluarga kecil kami pun demikian. Meskipun eksekusinya tidak bertepatan di long holiday bulan December ini.

 Ceritanya kami melakukan trip ke Bandung. Meskipun tidak lama karena suami ada tugas kantor, tapi lumayan lah, liburan keluarga. Berhubung waktunya singkat, sejak awal kami sudah menentukan tempat wisata yang akan kami tuju, yaitu Floating Market Dan D'Ranch di Lembang.
 Kami menginap di Mercure Hotel Lembang , Bandung







Destinasi pertama kami adalah D'Ranch. Tempat ini awalnya adalah peternakan kuda. Namun telah beralih fungsi sebagai tempat wisata. Wahana yg ada tidak jauh jauh dari dunia kuda dan koboi. Wahana permainan yang ada seperti naik kuda tunggang, lengkap dengan kostum dan topi koboi. Ada juga wahana lain, seperti trampoline, kolam balon, face painting dan permainan anak. Ticket masuk belum termasuk wahana. Artinya, kita harus membayar lagi untuk setiap wahana yang akan kita tuju.








Karena siang cuaca panas dan kami mulai kelaparan, akhirnya kami melanjutkan destinasi ke tempat kedua yaitu Floating Market. Kalau saya bilang ini sih semacam tempat jajan. Jadi, penjual aneka makanan dikumpulkan jadi satu di tempat ini. Dan penyajian dibuat menarik dengan menempatkan mereka di atas perahu-perahu kecil, mengapung di atas danau, untuk tiap jenis makanan yang berbeda. Berhubung lokasinya di danau, maka pengunjung juga disuguhi wahana air seperti perahu dayung dan perahu mesin. Selain itu, bagi anak kecil juga tersedia arena untuk memberi makan kelinci. Oh ya, di Floating Market pengunjung diharuskan deposit sejumlah uang untuk ditukar dengan koin. Koin-koin itu nantinya akan kita pakai untuk membayar makanan yang kita beli dan wahana yang ada. Beberapa Toko souvenir di area tersebut juga hanya menerima koin sebagai uang pembayaran. Lalu bagaimana jika deposit koin kita habis? Ada beberapa tempat penukaran koin yang bisa kita kunjungi. Tinggal menukar sejumlah uang saja untuk mendapatkan koin kembali.








Selama di Bandung, saya sempat mampir ke Koloni. Bagi pecinta craft , mungkin tidak asing dengan tempat ini. Banyak craft event yang terselenggara di sini. Selain tempatnya yang unik dan nyaman menurut saya, tempat ini juga semacam tempat cuci mata bagi para pecinta craft. Aneka karya dari para crafter terpajang cantik di Koloni. Saya pun berharap suatu saat, karya saya Emmazone Craft, bisa terpajang di sini. Amin.




 Sekian cerita dari trip singkat keluarga kecil kami ke Bandung. Meski singkat, tapi sangat menyenangkan bagi kami.

















Tuesday, November 24, 2015

Aida Balet

Assalamualaikum..
Apakabar semua?? Punya 2 blog bagi saya memang agak rempong maintain-nya. Beberapa bulan ini memang lebih banyak beraktivitas crafting, sehingga blog craft saya lebih terjadwal postingnya. Sedangkan blog daily life saya ini jadi kurang perhatian. Semoga ke depan bisa lebih teratur nge-blognya.

 Masih bercerita tentang anak saya Aida yang makin hari makin lincah dan gesit. Di usianya yang masuk 3,5 tahun memang sedang pesat-pesatnya aktivitas motorik Aida. Anak ini seperti tidak punya rasa capek, lari-larian, main sana sini, ikut saya masak, dan banyak aktivitas fisik lainnya.

 Untuk itulah saya dan suami sepakat memasukkannya ke dalam kelas balet. Tujuannya jelas, yaitu menyalurkan aktifitas motoriknya ke dalam gerakan tarian yang lebih teratur. Selain itu juga untuk bersosialisasi dengan orang lain, serta belajar untuk mematuhi arahan intruktur.

Tapi inipun tidak serta merta saya paksakan. Artinya, pada awalnya saya hanya sekedar trial. Saya membawa Aida ke sanggar balet Yuliana untuk sekedar melihat. Tak disangka, Aida langsung antusias dan ikut menari... dari sinilah akhirnya saya menanyakan apakah Aida mau ikut les baler. Dan Aidapun mengangguk gembira. Dan sayapun mendaftarkan Aida. Sehingga Aida bisa masuk kelas balet mulai minggu depan.

Untuk Aida yg berusia 3,5 tahun, maka dia masuk kelas baby balet. Latihannya hanya seminggu sekali yaitu pada hari Jumat atau Sabtu jam 3 sore. Selain mendapatkan satu paket kostum balet, ada buku perkembangan kemajuan anak. Buku ini jg sekaligus penghubung antara orang tua dan pelatih. Sayang sekali waktu mendaftar seragam ukuran Aida sedang kosong. Sehingga saat masuk kelas berikutnya, Aida masih memakai seragam milik sendiri. Its okelah, ga masalah.. masing untung punya. Duh senangnya anak gadisku..
 Jangan bosan ya dengan cerita tentang Aida. Sampai ketemu di cerita Aida selanjutnya..













Aida

Lilypie - Personal pictureLilypie Third Birthday tickers